Heat Stress

HEAT STRESS (STRES PANAS) PADA AYAM

Ayam tidak memiliki kelenjar keringat untuk membantu melepaskan panas tubuhnya. Untuk melepaskan panas tubuhnya menggunakan 4 cara untuk :
1. Radiasi (merambat tanpa medium).
Perpindahan panas tubuh ke material yang lebih dingin tanpa medium perantara;

2. Konduksi (merambat dengan medium).
Perpindahan panas tubuh melalui medium perantara dengan kontak fisik;

3. Konveksi (memancarkan panas dengan medium udara).
Perpindahan panas terjadi karena udara mengalir di permukaan kulit, dimana udara tersebut lebih dingin, maka panas tubuh ikut memancar;

4. Evaporasi (penguapan).
Perpindahan panas karena adanya penguapan dari bagian pernapasan ayam;

5. Faecal Excreta (buang panas melalui kotoran).
Perpindahan panas melalui kotoran yang lebih basah karena banyak minum.

Efektifitas pelepasan panas dari tubuh ayam dipengaruhi oleh kelembaban relatif, suhu lingkungan dan gerakan udara.

Secara fisik, usaha ayam untuk melepaskan panas tubuhnya dapat dilihat pada :
1. Terjadi dilatasi (melebarnya) pembuluh pembuluh darah pada permukaan kulit, jengger dan pial;

2. Ayam menggali litter dan mandi tanah bila kandangnya berlantai postal pakai litter;

3. Ayam di kandang battere lebih mudah terserang heat stroke karena tidak bisa mencari tempat yang lebih dingin;

4. Ayam membuka/menjatuhkan sayapnya untuk memperluas permukaan kulit yang bersentuhan dengan udara;

5. Jika suhu lingkungan mendekati suhu tubuh ayam, 38,5-39,5 °C, efisiensi mekanisme pelepasan panas menjadi terbatas.

Pada kondisi seperti ini, ayam malakukan "panting" (megap-megap) untuk mekanisme evaporasi dengan membuka mulut, ayam menguapkan air.

Jika dengan "panting" ayam gagal mencegah naiknya suhu tubuh, ayam akan jadi lemas, koma kemudian mati.

AKIBAT HEAT STRESS
Turunnya konsumsi pakan, naiknya konsumsi air minum. Berkurangnya nafsu makan ayam adalah reaksi dari naiknya suhu lingkungan sehingga energi yang didapat dari pakan turun. Ayam akan menggunakan energi dari lemak tubuh sebagai sumber energi hidupnya dimana lemak tubuh menghasilkan panas yang lebih rendah dibanding metabolisme dari protein atau karbohidrat dari pakan. Berkurangnya intake (asupan) gizi akan secara cepat berakibat pada menurunnya produksi. Pada ayam muda akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan.

Gejala heat stress yang tampak pada ayam produksi adalah :
> bobot telur per butir turun (ukuran telur mengecil);

> diikuti menurunnya produktifitas (HD%, HW%);

> selanjutnya kulitas kerabang telur pun menurun : warna kerabang memudar, jumlah telur retak dan pecah meningkat;

> kotorannya menjadi lebih basah akibat terlalu banyak minum.

Sejauh Mana Kerugian Yang Diakibatkan Oleh Heat Stress, tergantung pada :
1. Temperatur maksimum yang mengenai kelompok ayam;

2. Lamanya temperatur tinggi mengenai ayam;

3. Tingkat perbedaan dari perubahan suhu antara saat panas dengan saat dingin;

4. Kelembaban relatif udara.

Kelenjar di saluran pernafasan berfungsi sebagai penyaring debu dan bakteri dari udara yang masuk ke dalam saluran pernafasan, dan sistem ini di-by pass jika ayam membuka mulutnya untuk bernafas akibat dari "panting". Tentu saja hal ini akan mengakibatkan infeksi bakteri sekunder pada ayam yang heat stress.

Pengaruh Heat Stress Pada Kualitas Kerabang Telur.
Heat stress pada ayam masa produksi sering mengakibatkan adanya telur dengan kerabang lunak, sebab terjadi kekacauan keseimbangan asam-basa di dalam darahnya akibat dari panting (hiperventilasi ).

Akibat "panting", ayam banyak kehilangan gas CO₂ melalui paru-parunya. Rendahnya kadar CO₂ dalam darah menyebabkan pH darah naik menjadi basa (alkalis). Tingginya pH darah mengakibatkan  menurunnya jumlah ionisasi kalsium (Ca) di dalam darah. Ion kalsium berguna untuk pembentukan kerabang telur.

Menambahkan kalsium (C) pada campuran pakan tidak memecahkan masalah ini, karena konsumsi pakan turun drastis dan meningkatnya kehilangan mineral phosphor (P) akibat dari ketidak-seimbangan asam/basa.

MANAJEMEN HEAT STRESS
1. Selama suhu masih tinggi, kebutuhan air minum meningkat tajam, maka sediakan air minum secara ad libitum. Jangan sampai kekurangan apalagi kehabisan;

2. Alirkan air segar dan dingin dengan suhu 20-24* C ke tempat minum talang atau nipple, karena pipa dari plastik/paralon cepat sekali menyeimbangkan panas lingkungan dengan air di dalamnya;

3. Jangan membuat ayam gaduh selama cuaca panas;

4. Tunda pekerjaan yang membuat ayam stress, atau lakukan pada saat dingin, malam atau dini hari;

5. Jangan lakukan vaksinasi spray atau semprot desinfektan karena akan menambah kelembaban udara. Kalau mau semprot desinfektan, lakukan sebelum atau sesudah cuaca panas;

6. Bila sedang mengobati, sesuaikan pemberian obat atau vitamin dengan kebutuhan minumnya;

7. Jangan puasakan minum ayam saat akan divaksinasi, bahkan bila memungkinkan, tunda vaksinasi. Heat stress menyebabkan turunnya fungsi kekebalan dan mungkin responnya tidak baik terhadap vaksinasi;

8. Gunakan multi vitamin, terutama vitamin C dosis ditinggikan dan elektrolit dalam air minumnya, untuk membantu menormalkan keseimbangan asam/basa;

9. Gunakan kipas (blower) dengan dosis cukup untuk menurunkan suhu lingkungan sampai menjadi maksimum 30˚C.

oleh, Djarot Winarno

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NECROTIC ENTERITIS ( NE )

10 Sikap Positif dalam Bekerja

KONTROL pH RUMEN, KONTROL PERFORMANCE PRODUKSI TERNAK